RSS

Bullying alias “Gep”

13 Jan

Secara harfiah, bullying berarti menggertak atau mengganggu pihak yang lemah, sesuatu yang banyak terjadi di lingkungan sekolah anak-anak kita. Pada praktiknya, seringkali gangguan atau gertakan tak hanya berhenti pada tindakan verbal (melalui ungkapan lisan), banyak kasus sampai ke bentuk perilaku fisik (tindakan penganiayaan). Bullying juga tak hanya dilakukan teman sepermainan atau pelajar yang lebih senior. Guru tanpa disadari kadang kala ikut melakukannya, baik ketika menegur secara lisan sampai ketika menghukum siswa yang dianggap lemah dalam belajar atau berbuat salah.

Taken from Media Indonesia

Bullying adalah kekerasan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dengan menggunakan kekuasaan dan kekuatan yang dimiliki untuk menyakiti sekelompok atau seseorang. Sehingga, korban merasa tertekan, trauma, dan tidak berdaya.

Bullying bisa berupa kekerasan fisik seperti memukul, menampar, memalak, atau meminta paksa yang bukan miliknya. Bisa juga verbal seperti memaki, mengejek, menggosip, membodohkan, dan mengkerdilkan. Bisa juga, psikologis, seperti mengintimidasi, mengecilkan, mengabaikan, dan mendiskriminasi.

Bullying bisa berdampak kepada penurunan kecerdasan dan kemampuan analisis korban. Bahkan, juga berhubungan dengan meningkatnya tingkat defresi, agresi, penurunan nilai-nilai akademik, dan tindakan bunuh diri.

Kasus Bullying banyak diterjadi diberbagai tempat, namun paling umum di lembaga pendidikan (Sekolah dan Kampus) dan di tempat kerja. Sebagian besar korbannya adalah orang baru dilingkungan tersebut.

bullying2Banyak guru yang bertugas sebagai guru BK / BP disekolah yang memberikan konseling pada para pelaku Bullying agar mereka tidak mengulangi perbuatannya, padahal menurut saya, justru korban bullying yang harus lebih intensif mengikuti konseling.

Dengan demikian banyaknya acara sinetron gag mutu yang cuma menonjolkan hedonisme (anak SMP bawa mobil itu mobil siapa ? Seberapa banyak anak SMP yang punya kemampuan beli mobil ? Bagaimana soal SIM-nya), sudah semestinya kasus Bullying ini menjadi perhatian serius.

Kabar terakhir soal Bullying adalah pada sekolah Pangudi Luhur (Siswa Korban di PL Masih Mendapat Tekanan). Sialnya, korban Bullying yang berontak dan mengadukan hal tersebut pada kepolisian justru dicemooh dan dijauhi teman.

Dunia yang aneh bukan… Banyak pelaku bullying yang melakukan intimidasi justru karena takut tidak memiliki teman, padahal jika kita memiliki kapabilitas, apa yang mesti ditakutkan…

Masih ingat soal anak yang bunuh diri gara-gara sering dipanggil, “Hei, anak tukang bubur…” ?

Jangan anggap enteng kasus Bullying ini. Para korban bullying biasanya hanya menyimpan rapat-rapat apa yang dialami untuk kemudian berbalik menjadi pelaku bullying pada anak lain yang lebih lemah.

Jadi, jika anda senang melakukan praktek ploncoisme pada rekan kerja baru (dikasih setumpuk pekerjaan, disuruh bawa makan siang dll) atau menjadi pelaku ospek dan sejenisnya yang berbau kekerasan, coba intropseksi, jangan-jangan anda pernah jadi korban bullying sebelumnya. Kalau jadi korban saja sudah nggak enak, mengapa harus mengorbankan orang lain ??

bullying3Jika memiliki adik atau saudara atau justru anda sendiri yang menjadi korban bullying, tekankan untuk melawan. Tidak ada ruginya kita tidak memiliki teman pelaku bullying. Apakah anda mau seumur hidup anda tergantung dan tersiksa oleh orang lain ??

Sewaktu masih sering ikut kegiatan pencinta alam, ada beberapa rekan yang pernah mengajak untuk ‘terjerumus’ kedalam lembah obat-obatan dan sejenisnya tapi saya masih bisa menolaknya. Toh mereka tidak memaksa dan justru berbalik untuk menghentikannya. Kalaupun mereka memaksa, tidak ada ruginya buat saya untuk tidak berteman.

Jangan pernah berpikir “diam itu emas”. Hare gene berprinsip “diam itu emas” bisa-bisa terinjak-injak oleh perkembangan jaman… Mari menghentikan bullying, mari melawan bullying.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 13, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: