RSS

Kecepatan Cahaya Menurut Al Qur’an

13 Jan

Bumi Berputar Semakin Lambat

 

Bumi berputar pada porosnya menciptakan siang dan malam. Namun, ada ketakutan putaran poros Bumi itu tidak stabil. Lalu akankah panjangnya waktu dalam satu hari bertambah?

Teori mengenai pergerakan Bumi yang mengelilingi Matahari dan berputar pada porosnya baru terpublikasi pada 1543 lewat buku yang ditulis Nicolaus Copernicus. Dalam bukunya, Copernicus mengungkapkan teori-teori yang menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat tata surya kita.  Sebelumnya, ahli astronomi asal Italia itu tidak berani mengungkapkan teorinya karena bertentangan degan pendapat pemegang kekuasaan saat itu. Tiga puluh tahun kemudian, ia baru berani mempublikasikan teori-teori yang menyatakan Bumi bukanlah pusat tata surya.

 

Pada awalnya, banyak orang tidak sependapat dengan Copernicus. Pasalnya, keyakinan bahwa Bumi merupakan pusat tata surya telah ada sejak zaman Yunani Kuno. Saat itu, keyakinan mengenai hal tersebut “dibuktikan” dengan apa yang dilihat banyak orang, yaitu Matahari bergerak dari timur ke barat. Untuk mematahkan anggapan kebanyakan orang itu, Copernicus pun memberikan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Teorinya itu juga ia dukung dengan berbagai data. Ia mengatakan terjadinya siang malam bukan disebabkan Matahari bergerak mengelilingi Bumi, melainkan Bumi berputar pada porosnya (rotasi). Bumi pun tidak diam melainkan berputar mengelilingi Matahari sehingga terciptalah “waktu” satu tahun untuk satu putaran mengelilingi Matahari (revolusi).  Sekitar 70 tahun kemudian, teori yang dikemukakan Copernicus itu akhirnya diyakini banyak orang. Hingga kini, secara umum, teori itulah yang dipakai untuk menjelaskan banyak hal terkait beberapa peristiwa astronomi, seperti terjadinya siang dan malam.

Apabila pada era Copernicus rotasi Bumi hanya dihitung sebagai satu siang dan satu malam tanpa memedulikan berapa panjang waktunya, kini satu putaran Bumi pada porosnya terhitung menghabiskan waktu 23 jam 56 menit 4 detik. Setidaknya, perhitungan itu diyakini banyak orang. Kini, dengan menggunakan jam atom, tiap milidetik waktu yang diperlukan Bumi berotasi dapat dihitung. Dari situlah akhirnya diketahui ternyata rotasi Bumi dari waktu ke waktu semakin melambat.

 

Thomas Djamaluddin, pakar astronomi dan astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan waktu yang dibutuhkan Bumi berotasi saat ini jauh lebih lama dibandingkan dengan masa-masa awal terbentuknya Bumi. “Sekitar 620 juta tahun lalu, satu hari di Bumi membutuhkan waktu sekitar 22 jam. Hal itu diketahui dari data-data geologi dan astronomi yang ada,” ujar Thomas.  Semakin Melambat  Dari perhitungan astronomis diketahui rotasi Bumi melambat pada tingkat 0,005 detik per tahun. Perhitungan itu menghasilkan kesimpulan bahwa Bumi memerlukan waktu berotasi selama 14 jam pada 4,6 miliar tahun lalu. Jumlah yang juga jauh lebih sedikit dibandingkan dengan angka sebelumnya yang diutarakan Thomas, yaitu 22 jam pada jutaan tahun lalu.  Angka yang lebih mengejutkan lagi adalah 6 jam untuk satu kali rotasi Bumi pada awal pembentukan Bumi. Tidak heran kalau dibandingkan dengan kecepatan rotasi pada saat itu yang mencapai 6.400 kilometer per jam. Bandingkan dengan kecepatan rotasi Bumi yang kini tercatat 1.600 kilometer per jam. Masih dari perhitungan-perhitungan astronomis, didapatkan angka bahwa Bumi dalam satu harinya berotasi melambat 1 hingga 3 milidetik. Apabila dihitung-hitung, setiap 100 tahun, waktu rotasi Bumi dalam satu harinya bertambah lama 30 detik sampai 2 menit. Penambahan waktu itu mengakibatkan pada tahun-tahun tertentu saat hendak berganti tahun, para ilmuwan sepakat menambah waktu. Pada 2005 misalnya, saat itu di penghujung 31 Desember 2005 waktu ditambahkan satu detik sebelum memasuki 1 Januari 2006. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan penentuan waktu menggunakan jam atom dengan perhitungan rotasi Bumi. Penambahan waktu atau dikenal pula dengan lompatan waktu itu dilakukan agar semua perhitungan waktu di dunia sama. Hal itu terkait erat dengan banyak hal, seperti telekomunikasi dan jadwal transportasi. Penambahan waktu itu dilakukan sejak tahun 1972 berdasarkan kesepakatan internasional tentang penetapan waktu dunia. Tercatat, antara tahun 1972 hingga 1983, waktu ditambahkan satu detik per tahunnya. Agar terus sesuai, pengurangan waktu juga dilakukan pada pertengahan ‘80-an dan ‘90-an.

 

Menurut Thomas, perubahan kecepatan rotasi Bumi yang berpengaruh terhadap lama waktu dalam satu hari di Bumi disebabkan faktor luar Bumi (eksternal). Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa perubahan kecepatan rotasi Bumi disebabkan karena Bumi semakin berat. Namun, kata Thomas, anggapan itu tidak teruji. Satu-satunya massa yang menambah berat Bumi dari luar adalah batu-batuan luar angkasa yang jatuh ke Bumi. “Itu juga tidak terlalu memberatkan Bumi hingga bisa menyebabkan rotasi Bumi melambat,” ujarnya. Lebih lanjut Thomas mengatakan perubahan kecepatan rotasi Bumi yang kian melambat disebabkan efek pasang surut bulan terhadap Bumi. Hal itu terkait erat dengan pengaruh gaya tarik Bumi dengan Bulan. Efek yang sama membuat Bulan semakin menjauh dari Bumi. Karena semakin jauh itulah, Bulan mengitari Bumi lebih lama. Apabila kondisinya terus berlangsung seperti itu, dalam waktu ratusan juta tahun ke depan, akhirnya Bumi dan Bulan akan sinkron. Artinya, saat hal itu terjadi, waktu satu hari di Bumi akan sama dengan putaran Bulan mengelilingi Bumi. Tidak heran, jika saat itu tiba bulan hanya akan tampak di satu wilayah Bumi.

 

Kecepatan Cahaya Versi Al-Qur’an
Kecepatan cahaya dalam
sebuah vakum adalah
299.792.458 meter per detik
(m/s) atau 1.079.252.848,8
kilometer per jam (km/h) atau
186.282.4 mil per detik (mil/s)
atau 670.616.629,38 mil per
jam (mil/h). Kecepatan
cahaya ditandai dengan huruf
c, yang berasal dari bahasa
Latin celeritas yang berarti
“kecepatan”, dan juga dikenal
sebagai konstanta Einstein.

Berikut perhitungan kecepatan
cahaya Versi Al-Quran
QS 32: As-Sajdah:5
Dia mengatur urusan dari
langit ke bumi, kemudian
(urusan) itu naik kepada-Nya
dalam satu hari yang
kadarnya seribu tahun
menurut perhitunganmu.
———————————————————————-
Orang Islam melakukan
perhitungan waktu dengan
hitungan bulan [moon]. Satu
tahun menurut
perhitunganmu terdiri atas 12
bulan [month], dengan
setiap bulan [month]
menunjukkan satu kali revolusi
bulan [moon] terhadap bumi.
Selama ini kita menganggap
kala revolusi bulan
adalah 29.53 hari, yaitu waktu
antara fase sinar
matahari yang sama pada
bulan. Padahal selang
waktu itu dipengaruhi juga
oleh bergeraknya bumi
mengitari matahari. Kala
revolusi bulan sendiri, yaitu
waktu berputarnya bulan tepat
360 derajat
mengelilingi bumi, adalah
27.321661 hari, atau
655.71986 jam. Kala rotasi
bumi juga bukan 24 jam
[yang juga dihitung
berdasarkan fase sinar
matahari],
melainkan 23 jam 56 menit
4.0906 detik, atau
86164.0906 detik.
Sekarang, kalau “satu hari”
bagi “Sang Urusan” itu
sama dengan “seribu tahun”
bagi “perhitungan
bulan”, maka perbandingan
kecepatan sang urusan
dengan kecepatan bulan
adalah 1000 kali 12, jadi
12000.
C t = 12000 L
C = kecepatan sang urusan
t = kala rotasi bumi =
86164.0906 detik
L = jarak yang ditempuh bulan
dalam satu revolusi
Kalau kecepatan bulan kita
notasikan dengan V,
maka :
V = 2 π R / T
R = jejari lintasan bulan
terhadap bumi = 384264 km
T = kala revolusi bulan =
655.71986 jam
V = 3682.07 km/jam –>
disetujui oleh NASA

Ada hal lain yang harus kita
hitung. Menuruti Einstein,
kita harus mengeliminasi
faktor gravitasi matahari.
Gravitasi matahari membuat
bumi mengelilingi
matahari dengan kala revolusi
365.25636 hari. Satu
kali revolusi bulan, 27.321661
hari, telah membuat
bumi berputar sebesar α =
27.321661/365.25636360
derajat = 26.92848
derajat. Putaran ini harus
dieliminasi. Kecepatan
bulan tanpa putaran terhadap
matahari bukan lagi V,
melainkan (V cos α).
L = V cos α T
Tapi :
C t = 12000 L
Maka :
C = 12000 V cos α T / t
= 12000 3682.07 km/jam
0.89157 655.71986
jam / 86164.0906 detik
= 299792.5 km/detik (Match dengan kecepatan cahaya!).
———————————————————————-
Untuk perbandingan :
1. Hasil hitung kita : C =
299792.5 km/detik
2. US National Bureau of
Standards: C =
299792.4574 + 0.0011 km/
detik
3. British National Physical
Lab: C = 299792.4590 +
0.0008 km/detik
4. General Conf on Measures:
1 m = jarak cahaya
selama 1/299792458 detik

Subhanallah… Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

 

FROM YAHOO

Rotasi bumi adalah perputaran bumi terhadap pusat gerak sentrifugal bumi selama 24 jam sekali putar.
Kamu tahu berapa jarak permukaan dengan pusatnya?
6375 km!
Sama artinya dengan kecepatan putar bumi = 2 pi (6375) / 24 km/jam = 1669 km per jam atau sekitar 463 meter per detik. Atau lebih kencang 113 meter per detik drpd kecepatan suara!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 13, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: